COGANEWS.COM | Palembang – Keteladanan Nabi Ibrahim AS sekeluarga selalu menjadi inspirasi bagi segenap anak manusia di seluruh penjuru bumi. Terutama memasuki bulan Dzulhijjah ini.

Bulan ini mengingatkan kita akan sosok spesial yaitu Nabi Ibrahim AS. Ayah dari Nabi Ismail AS yang merupakan contoh nyata akan bukti cinta tanpa batas kepada Allah SWT.

Bahkan dalam riwayat Bukhari Rasullullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang pertama yang di beri pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim AS.”

Ustad Oemar Mita menyebutkan, Konsep cinta makhluk adalah akan memberikan apapun kepada yg dicintai agar tidak mendapatkan kesusahan, hal ini cenderung membuatnya lemah.

Cinta yang dimiliki Allah SWT unik dan tidak bisa di bandingkan. Allah SWT akan memberikan ujian kepada makhluk yang ia cintai, jika hamba-Nya ridha saat diuji, Allah pun akan memberikan ridha yang lebih besar. Namun,jika hamba itu tidak rela dan murka, murka Allah swt juga lebih besar.

Ada beberapa alasan mengapa Allah SWT memberikan ujian kepada orang orang yang mencintai dan dicintai-Nya. Alasan pertama, agar hambanya ini tidak jatuh cinta pada dunia yang sifatnya sementara yang candunya berbahaya.

Ada tiga orang yang susah diberi nasehat selama hidupnya,yakni orang yang fanatik, buta, jatuh cinta pada manusia lainnya, dan jatuh cinta pada dunia.

Alasan kedua, Allah swt memberi ujian kepada hambanya adalah untuk menghapus dosa yang manusia lakukan sebelum bertobat. Dosa yang telah dilakukan selama hidup sebelum bertobat ini diibaratkan sebagai noda yang telah mengendap lama dan susah di bersihkan, untuk menghilangkan bekasnya, tidak bisa di hapus dengan cara yang lemah lembut, perlu kekuatan agar benar benar hilang tak bersisa.

Sebuah hadist menyatakan; belum sempurna iman kalian, sampai kalian mencintai Allah dan rasulnya, di atas segala-gala nya. Nabi Ibrahim AS diuji oleh Allah, apakah ia mau mematuhi perintah Allah, jika itu berarti memusnahkan hal yang sangat beliau sayangi, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS lulus ujian itu, beliau dengan keimanan penuh melakukan perintah Allah itu, sehingga Allah segera mengganti Nabi Ismail AS dengan seekor qibas yang amat gemuk.

Ini merupakan ajaran bagi kita, bahwa seharusnya kita sebagai mukmin yang berusaha sempurna imannya meletakkan cintanya kepada Allah melebihi cinta kepada segalanya. Tidak sempurna iman kalian sampai kalian mencintai Allah dan rasulnya diatas mencintai kalian kepada semua hal.

Ini sudah di teladankan oleh Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al Qur’an diabadikan dengan qurban dan ibadah haji.

Semangat pengorbanan yang menyalakan cahaya keimanan nan kepatuhan sangatlah keren jika dipedomani anak-anak muda masa kini dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan masa depan.

Kita harus menyadari betapa pun besarnya problem dalam kehidupan, semua akan terasa ringan jika kita memiliki cahaya iman di dada dan cinta di hati. (ZH)